LinkList

Jumat, 06 Mei 2011

Lembata Punya 10 SD Inklusif

No_paul PUNK

PIALA -- Program Unit Manager (PUM) Plan Indonesia Program Unit (PU) Lembata, Muhamaad Thamrin, menyerahkan piala dan penghargaan kepada peserta lomba di halaman Dinas PPO Lembata, Senin (2/5/11).
Jumat, 6 Mei 2011 | 13:29 WIB
LEWOLEBA, PK ––Kabupaten Lembata kini telah memiliki 10 sekolah percontohan inklusif yang khusus melayani anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekolah inklusif ini dilakukan atas kerja sama Plan Indonesia dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Lembata.
Sekolah percontohan inklusif ini dilakukan setelah melalui pendampingan dari Plan Indonesia. Pada hari Senin (2/5/2011), bertempat di Dinas PPO Kabupaten Lembata, sekolah contoh ini diluncurkan yang dipadu dengan kegiatan pameran dan lomba MBS. Ke-10 sekolah yang menjadi sekolah inklusif ini merupakan sekolah dampingan Plan Indonesia.
Manager Plan Indonesia Program Unit (PU) Lembata, M. Thamrin, mengatakan, sekolah percontohan ini merupakan hal penting di Lembata mengingat 27 persen dari total siswa SD di Lembata adalah anak berkebutuhan khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus mencakup anak berkemampuan luar biasa, lamban belajar, gangguan komunikasi, kesulitan belajar spesifik, tuna laras, tuna netra, tuna rungu, tuna daksa dan tuna grahita.
“Plan Indonesia sebagai lembaga pengembangan masyarakat yang fokus pada kesejahteraan anak merasa perlu ada perlakuan khusus di sekolah. Melalui program school improvement program (SIP), kita berharap anak-anak berkebutuhan khusus bisa mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus di sekolahnya,” kata Thamrin.
Dia menjelaskan, dari 452 anak berkebutuhan khusus, mayoritas adalah siswa yang tergolong lamban belajar (slow learner), yakni sekitar 195 siswa. Berikutnya adalah anak dengan gangguan spesifik 144 orang. Gangguan spesifik dimaksud, yakni siswa mengalami kesulitan dalam tugas akademi seperti kesulitan membaca (disleksia), sulit menulis (disgrafia) dan sulit berhitung (diskalkulia).
Kesepuluh SD yang menjadi percontohan adalah SD Inpres Lewoleba 1 (Kecamatan Nubatukan), SD Katolik Lodoblolong (Kecamatan Lebatukan), SD Negeri Eltari (Kecamatan Ile Ape), SD Katolik Baupukang (Kecamatan Ile Ape Timur), SD Katolik Karangora (Kecamatan Atadei), SD Negeri Wulandoni (Kecamatan Wulandoni), SD Inpres Loang 2 (Kecamatan Nagawutun), SD Inpres Balauring (Kecamatan Omesuri), SD Inpres Rumang dan SDI Panama (Kecamatan Buyasuri).
Melalui SIP, tambah Thamrin, Plan Indonesia mengadakan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru sehingga pihak sekolah mampu mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus dan memberikan perlakuan baik terhadap mereka. (gg)

0 komentar:

Powered By Blogger

Anak Ganteng Punk Foto

Anak Ganteng Punk Foto
x X x

my Acoouunntt

Open Panel

Blogroll