No_paul PUNK
Enam Paket Calon Memang Berkelas
Rabu, 4 Mei 2011 | 01:50 WIB
LEWOLEBA, POS-KUPANG — Enam pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata yang bertarung dalam Pemilu Kada tahun ini , memang calon pemimpin yang mampu menunjukkan kelasnya sebagai putra terbaik Lembata. Hal itu diperlihatkan dalam debat kandidat yang berlangsung di aula Kopdit Ankara Lewole, Selasa (3/5/2011).
Dalam debat calon itu, para paket calon terbukti menguasai persoalan. Karena itu forum debat calon dinilai berkualitas yang mampu memberikan pencerahan dan pendidikan politik bagi masyarakat.
Menurut kedua panelis ini, para kandidat mampu menunjukkan kelasnya sebagai putra terbaik Lembata yang mampu memimpin kabupaten itu lima tahun ke depan.
Disaksikan Pos Kupang, acara debat kandidat itu mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan.
Debat kandidat dipandu moderator Urbanus Ola Hurek. Hadir pada acara ini, Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo, Kapolres Lembata, AKBP Martin Johannis dan unsur muspida lainnya, para tim pemenangan dan masyarakat.
Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Ketua KPUD Lembata, Alexius Rehi, S.H, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi kampanye damai.
Sebelum dimulai debat, moderator menyampaikan mekanisme debat, yakni diawali pemaparan visi, misi dan program tiap paket masing-masing 10 menit.
Berikutnya sesi tanggapan. Paket Sinar ditanggapi Paket Lembata Baru, Paket Lembata Baru ditanggapi Paket LiRik KusPlus, Paket LiRik KusPlus ditanggapi Paket Ayo dan Paket Ayo ditanggapi Paket Titen. Selanjutnya Paket Titen ditanggapi Paket Jonson. Terakhir, Paket Jonson ditanggapi Paket Sinar.
Alokasi waktu untuk tahap tanggapan selama tiga menit untuk masing-masing calon dan lima menit untu paket yang ditanggapi. Tahap selanjutnya sanggahan atau catatan kritis dari panelis. Dilanjutkan, respon balik dari masing-masing paket terhadap sanggahan panelis dan tahap terakhir kata akhir dari masing-masing paket dan panelis.
Suasana debat berlangsung cair an elegan. Tak terlihat guratan ketegangan di raut wajah paket calon. Semua saling menyapa dan berjabat tangan usai acara tersebut.
Ahmad Atang dalam catatan kritisnya menilai, visi dan misi serta program dari Paket Lembata Baru, Ayo dan Titen tidak memiliki pendasaran masalah yang jelas.
Menurut dia, visi dan misi tidak hanya merupakan dokumen politik namun bila calon terpilih maka bisa dijadikan sebagai RPJMD.
Visi dan misi, katanya, harus berangkat dari pemetaan masalah baru dibuat program untuk menjawab masalah.
Sebaliknya, Atang memberi nilai plus untuk Paket Jonson karena dinilai memiliki visi dan misi yang berperspektif gender namun perlu dilengkapi dengan data kuantitatif.
Untuk Paket LiRik KusPlus, Atang memberi pujian bahwa seorang pemimpin harus punya visi dan misi yang ideal seperti LiRik KusPlus. “Pemimpin harus seperti ini. Ini visi dan misi yang ideal. Kita hanya butuh kejujuran untuk mengendalikan orang-orang Lembata,” katanya.
Untuk paket Titen, Atang menilai hanya banyak bicara tentang pemuda/pemudi tapi tidak tersurat jelas dalam visi dan misinya. Untuk paket Ayo, ada catatan bahwa dari delapan program yang ditawarkan lebih banyak berbicara tentang urusan negara. Sementara untuk rakyat hanya satu, yakni tentang ekonomi.
Terhadap Paket Lembata Baru, Atang menilai belum memiliki rencana tata ruang wilayah (RTRW). Untuk paket Sinar, Atang menanyakan bagaimana cara menjalankan program yang ditawarkan apakah secara simultan ataukah secara bertahap.
Sementara panelis lainnya, Dr. John Kotan menilai dari visi, misi dan program para calon semuanya memiliki nada dasar yang sama. Ada yang dibuat asal-asalan dan bahkan ada yang dicopy paste.
“Ada dua pertanyaan untuk semua (pasangan calon). Tidak ada yang khas dari visi-misi yang ada dan yang kedua, apa sikap Anda terhadap paket lain bila kalah?” katanya.
Semuanya sanggahan dan catatan kritis ini akhirnya diklarifikasi oleh masing-masing pasangan calon sesuai catatan yang diberikan panelis.
Tanpa Kata Akhir
Debat kandidat yang memakan waktu sekitar lima jam, berakhir tanpa kata akhir. Debat siang yang sangat hidup itu diskrosing untuk istrirahat makan siang sekitar pukul 15.00 Wita.
Usai rehat itu, moderator membuka forum debat. Namun beberapa saat setelah forum debat dibuka dan dilanjutkan dengan kata akhir dari Paket Sinar, listrik padam sehingga sound system tidak bisa berfungsi.
Suara dari paket Sinar tak terdengar. Setelah berkoordinasi sekitar lima menit, moderator menyampaikan bahwa debat hari itu diakhiri meski tanpa kata akhir. Warga dan undangan pun beranjak meninggalkan tempat itu. (gg)
Dalam debat calon itu, para paket calon terbukti menguasai persoalan. Karena itu forum debat calon dinilai berkualitas yang mampu memberikan pencerahan dan pendidikan politik bagi masyarakat.
Menurut kedua panelis ini, para kandidat mampu menunjukkan kelasnya sebagai putra terbaik Lembata yang mampu memimpin kabupaten itu lima tahun ke depan.
Disaksikan Pos Kupang, acara debat kandidat itu mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan.
Debat kandidat dipandu moderator Urbanus Ola Hurek. Hadir pada acara ini, Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo, Kapolres Lembata, AKBP Martin Johannis dan unsur muspida lainnya, para tim pemenangan dan masyarakat.
Acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Ketua KPUD Lembata, Alexius Rehi, S.H, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah deklarasi kampanye damai.
Sebelum dimulai debat, moderator menyampaikan mekanisme debat, yakni diawali pemaparan visi, misi dan program tiap paket masing-masing 10 menit.
Berikutnya sesi tanggapan. Paket Sinar ditanggapi Paket Lembata Baru, Paket Lembata Baru ditanggapi Paket LiRik KusPlus, Paket LiRik KusPlus ditanggapi Paket Ayo dan Paket Ayo ditanggapi Paket Titen. Selanjutnya Paket Titen ditanggapi Paket Jonson. Terakhir, Paket Jonson ditanggapi Paket Sinar.
Alokasi waktu untuk tahap tanggapan selama tiga menit untuk masing-masing calon dan lima menit untu paket yang ditanggapi. Tahap selanjutnya sanggahan atau catatan kritis dari panelis. Dilanjutkan, respon balik dari masing-masing paket terhadap sanggahan panelis dan tahap terakhir kata akhir dari masing-masing paket dan panelis.
Suasana debat berlangsung cair an elegan. Tak terlihat guratan ketegangan di raut wajah paket calon. Semua saling menyapa dan berjabat tangan usai acara tersebut.
Ahmad Atang dalam catatan kritisnya menilai, visi dan misi serta program dari Paket Lembata Baru, Ayo dan Titen tidak memiliki pendasaran masalah yang jelas.
Menurut dia, visi dan misi tidak hanya merupakan dokumen politik namun bila calon terpilih maka bisa dijadikan sebagai RPJMD.
Visi dan misi, katanya, harus berangkat dari pemetaan masalah baru dibuat program untuk menjawab masalah.
Sebaliknya, Atang memberi nilai plus untuk Paket Jonson karena dinilai memiliki visi dan misi yang berperspektif gender namun perlu dilengkapi dengan data kuantitatif.
Untuk Paket LiRik KusPlus, Atang memberi pujian bahwa seorang pemimpin harus punya visi dan misi yang ideal seperti LiRik KusPlus. “Pemimpin harus seperti ini. Ini visi dan misi yang ideal. Kita hanya butuh kejujuran untuk mengendalikan orang-orang Lembata,” katanya.
Untuk paket Titen, Atang menilai hanya banyak bicara tentang pemuda/pemudi tapi tidak tersurat jelas dalam visi dan misinya. Untuk paket Ayo, ada catatan bahwa dari delapan program yang ditawarkan lebih banyak berbicara tentang urusan negara. Sementara untuk rakyat hanya satu, yakni tentang ekonomi.
Terhadap Paket Lembata Baru, Atang menilai belum memiliki rencana tata ruang wilayah (RTRW). Untuk paket Sinar, Atang menanyakan bagaimana cara menjalankan program yang ditawarkan apakah secara simultan ataukah secara bertahap.
Sementara panelis lainnya, Dr. John Kotan menilai dari visi, misi dan program para calon semuanya memiliki nada dasar yang sama. Ada yang dibuat asal-asalan dan bahkan ada yang dicopy paste.
“Ada dua pertanyaan untuk semua (pasangan calon). Tidak ada yang khas dari visi-misi yang ada dan yang kedua, apa sikap Anda terhadap paket lain bila kalah?” katanya.
Semuanya sanggahan dan catatan kritis ini akhirnya diklarifikasi oleh masing-masing pasangan calon sesuai catatan yang diberikan panelis.
Tanpa Kata Akhir
Debat kandidat yang memakan waktu sekitar lima jam, berakhir tanpa kata akhir. Debat siang yang sangat hidup itu diskrosing untuk istrirahat makan siang sekitar pukul 15.00 Wita.
Usai rehat itu, moderator membuka forum debat. Namun beberapa saat setelah forum debat dibuka dan dilanjutkan dengan kata akhir dari Paket Sinar, listrik padam sehingga sound system tidak bisa berfungsi.
Suara dari paket Sinar tak terdengar. Setelah berkoordinasi sekitar lima menit, moderator menyampaikan bahwa debat hari itu diakhiri meski tanpa kata akhir. Warga dan undangan pun beranjak meninggalkan tempat itu. (gg)


0 komentar:
Posting Komentar