LinkList

Rabu, 04 Mei 2011

LiRik KusPlus Soroti Kantor Bupati

No_paul PUNK


Cabup Bediona Philipus dari Paket LiRikKusPlus (Bediona Philipus-Frederikus Wahon) saat kampanye di Duang, Kelurahan Lewoleba Tengah, Rabu (4/5/2011).
Kamis, 5 Mei 2011 | 02:13 WIB
LEWOLEBA, PK — Di hari pertama kampanye, Paket LiRikKusPlus (Bediona Philipus-Frederikus Wahon) menyoroti kehadiran tiga gedung kantor bupati di Lembata, pembangunan pasar dan pemberantasan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). 
Paket ini tampil berkampanye di Duang, Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan.

Di hadapan massa, Cawabup Wahon menegaskan tentang penataan kota yang belum dilakukan sampai saat ini, termasuk pasar.
Jika dipercayakan memimpin Lembata, tegasnya, maka di Lewoleba hanya ada satu pasar. Lokasi pasar harus sesuai studi tata kota baru.

Dia juga mengangkat masalah pembangunan tiga kantor bupati yang hanya menghamburkan uang rakyat dan tidak ada fungsinya. Pemberantasan KKN, katanya, juga akan menjadi fokus jika paket LiRikKusPlus terpilih memimpin Lembata lima tahun ke depan.
Dikatakannya, membangun kesadaran politik rakyat tidak bisa dengan uang, tapi hanya dengan jaringan kerja.

Sementara Cabup Bediona Philipus mengangkat soal keterisolasian wilayah dan pelimpahan keuangan ke desa-desa.
Kampanye terbuka itu berakhir sekitar pukul 17.45 wita yang ditandai dengan konvoi keliling kota. Dalam konvoi itu, Bediona Philipus menumpang sebuah sepeda motor roda tiga untuk menyapa seluruh warga kota Lewoleba.

Kampanye Lembata Baru
Sementara itu Paket Lembata Baru (Eliaser Yentji Sunur-Viktor Mado Watun) pada hari pertama kampanye langsung “menggebrak” desa-desa di Atadei, yakni Desa Katakeja, Karangora, Atalojo, Watuwawir dan Kalikasa. Puncak kampanyenya di Lapangan Umum
Kalikasa. Pasangan calon ini bersama tim suksesnya mengunjungi para pedagang di Pasar Katakeja dan menuju Lerek untuk kampanye terbuka.
Demikian disampaikan Ketua DPC PDIP Kabupaten Lembata, Hyasintus Burin, ketika dihubungi melalui ponselnya, Rabu (4/5/2011) malam.

Dikatakannya, kampanye rapat umum di Kalikasa dipadati warga dari beberapa desa di Kecamatan Atadei.
Selain Cabup dan Cawabup, kampanye perdana itu diperkuat tim dari PDIP NTT, yakni Gusti Beribe, Pius Namang dan Kanisius Baka.

Materi yang disampaikan, katanya, seputar visi, misi dan program yang diusung Paket Lembata Baru yakni mewujudkan Lembata yang mandiri dan produktif  berbasis potensi dalam perspektif tata ruang. Melalui tiga pilar perubahan, antara lain Lembata Baru yang bersih, produktif dan yang mandiri.

Dia mengatakan, dalam kampanye diangkat juga tentang harga komoditas pertanian dan perkebunan. Jika terpilih memimpin Lembata, katanya, maka Paket Lembata Baru akan mengarahkan petani untuk menjual hasil pertanian dan perkebunan tidak dalam bentuk seperti sekarang, tetapi yang sudah diolah agar nilai jualnya lebih tinggi.

Di Kecamatan Atadei, khususnya wilayah Paroki Kalikasa sebagai penghasil kacang tanah, akan dibangun home industry untuk mengolah kacang baru dijual. Pemerintah akan menjamin akses pasar.

Sementara paket Jonson (Yohanes Lake-Simon G Krova) yang  mendapat giliran kampanye di Kecamatan Lebatukan, tidak melakukan kampanye terbuka melainkan hanya melakukan konsolidasi dan perekrutan saksi-saksi yang akan bertugas di TPS-TPS yang ada di kecamatan itu.

Demikian disampaikan tim pemenangan paket Jonson, Simeon Odel. Menurut Odel, kampanye rapat umum akan dilakukan pada Jumat (13/5/2011) mendatang. “Kita hanya turunkan dua tim untuk konsolidasi per desa untuk kepentingan kampanye terbuka putaran kedua, minggu depan di Waienga-Hadakewa, Kecamatan Lebatukan. Dua tim ini turun untuk konsolidasi sekaligus perekrutan saksi. Tim ini telah kita bekali langsung dengan visi, misi dan program paket Jonson,” kata Odel. (gg)

0 komentar:

Powered By Blogger

Anak Ganteng Punk Foto

Anak Ganteng Punk Foto
x X x

my Acoouunntt

Open Panel

Blogroll